Selasa, 26 Juli 2022
Minggu, 19 Juni 2022
Mulai dari Diri - Modul 1.3
Kita semua mengenal “Sumpah Palapa” dari Gajah Mada. Lewat sejarah kita belajar bagaimana kemudian visi yang Gajah Mada artikulasikan sebagai sumpah tersebut menggerakkan Kerajaan Majapahit menjadi kerajaan besar di Nusantara. Visi pribadi beliau begitu kuat, dipercaya, hingga didukung oleh warga dan kerajaannya. Visi itu menguatkan hatinya, menggerakkan hati semua orang, dan mempersatukan gerak bersama dalam pencapaiannya. Gajah Mada adalah Mahapatih bukan Raja dari Kerajaan Majapahit saat itu. Kisah Gajah Mada itu dapat kita tarik ke dalam konteks guru dan sekolahnya. Guru memang bukan Kepala Sekolah, namun jika visi seorang guru memiliki makna yang kuat maka visi tersebut berpeluang menghubungkan hati lebih banyak pihak hingga kemudian mengundang upaya kolaboratif demi mewujudkannya. Visi seorang guru harus dapat di-amini semua pihak karena sangat jelas keberpihakannya pada murid.
Nah, ketika kita sebagai seorang guru membayangkan suatu visi, apakah kita telah menyertakan gambaran murid ke dalamnya? Sebagai seorang guru, mendidik bukanlah pekerjaan administratif. Target pekerjaan kita bukan sebuah dokumen, selembar kertas, atau daftar angka. Mendidik tidak hanya berbicara tentang dimensi waktu “sekarang”. Sasaran pekerjaan kita adalah manusia. Target pekerjaan kita adalah pertumbuhan manusia demi manusia. Hasil pekerjaan kita baru akan terlihat saat manusia ini berkarya di masa depan nanti. Oleh karena itu, memiliki visi tentang pertumbuhan murid menjadi hal yang sangat penting bagi seorang guru. Visi yang diharapkan terwujud pada murid Bapak/Ibu di masa depan. Visi mengenai murid inilah yang nantinya menjadi bintang penunjuk arah bagi guru dalam menentukan program dan strategi pembelajaran.
Pada kesempatan ini kita juga akan membayangkan tanggung jawab kita sebagai seorang guru dengan peran sebagai Guru Penggerak. Kita memiliki peran untuk mengembangkan diri dan orang lain, memimpin pembelajaran, memimpin manajemen sekolah, dan memimpin pengembangan sekolah. Peran ini memunculkan harapan bahwa ada hal besar yang kita harapkan dapat kita capai di masa depan. Sebagai Guru Penggerak kelak, peran kita akan melampaui dinding dan pintu kelas di mana kita mengajar. Oleh karena itu, Guru Penggerak perlu mengartikulasikan harapan besar mengenai dirinya, murid, rekan kerja, sekolah, dan kedigjayaan Indonesia dalam kalimat-kalimat yang sifatnya pribadi, sehingga paling tidak dapat menggerakkan hatinya, menyemangati dirinya, di tengah jatuh-bangun perjuangannya kelak.
Untuk membantu Bapak/Ibu dalam memaknai bagaimana pentingnya visi tentang murid, mari kita membuat “gambar” yang bertemakan “Imajiku tentang murid di masa depan”. Buatlah satu gambar mengenai murid yang Bapak/Ibu dambakan 5-10 tahun mendatang. Sertakan juga dalam gambar itu, lingkungan pembelajaran yang sesuai untuk murid sebagaimana Bapak/Ibu cita-citakan. Gambarkan situasi murid, peran guru, juga suasana sekolah sesuai dengan cita-cita Bapak/Ibu. Konsentrasikan diri pada substansi pesan pribadi Bapak/Ibu bukan pada keindahan gambarnya.
- Saya memimpikan murid-murid yang memiliki karakter beriman dan bertaqwa, berpikir kreatif, bernalar kritis, mampu berkolaborasi, dan Berkebinekaan Global.
- Saya percaya bahwa murid adalah sosok yang mampu bersaing di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan memiliki daya saing yang tinggi.
- Di sekolah, saya mengutamaka siswa memiliki karakter dan memiliki daya siang dengan memiliki keterampilan abad 21.
- Murid di sekolah saya sadar betul bahwa keterampilan dalam teknologi sangat penting untuk bersaing di dunia kerja.
- Saya dan guru lain di sekolah saya yakin untuk mencapai semua itu butuh kerjasama dari semua pihak sekolah, orang tua, pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar sekolah.
- Saya dan guru lain di sekolah saya paham bahw semua dapat dicapai dengan kolaborasi.
Refleksi 3
Susunlah rumusan VISI Bapak/Ibu dalam kalimat-kalimat yang menggunakan kata bermakna kuat, spesifik, berorientasi masa depan, menekankan potensi yang ada sehingga khas menggambarkan murid dan sekolah dalam konteks yang sesuai dengan kenyataan Bapak/Ibu masing-masing.
Sebagai guru dan Guru Penggerak, Bapak/Ibu kelak akan terlibat dalam proses menyusun atau menelaah kembali visi sekolah. Diharapkan, proses belajar dalam modul ini dapat menguatkan Bapak/Ibu sehingga membantu sekolah melihat pentingnya melibatkan murid dan komunitas sekolah dalam merumuskan visi sekolah.
Forum diskusi modul 1.3
Visi guru menurut say
Dunia mengalami perubahan yang sangat ekstrim saat ini. Perubahannya begitu cepat dan mampu mempengaruhi berbagai sendi kehidupan baik perilaku individu, struktur sosial maupun praktek berorganisasi. Dalam melihat dunia yang berkembang dengan sangat cepat ini, kita perlu belajar melihat dengan jernih apa yang sungguh-sungguh bermakna buat kita sekarang dan di masa depan.
Menurut saya visi t diibaratkan sebagai penunjuk arah untuk mencapai tujuan. Visi merupakan capian yang akan kita capai. Visi memang belum terjadi saat ini, namun begitu kuat kita inginkan untuk terwujud di masa depan. Visi adalah tujuan yang kita kita capai akan masa di depan. Penggambaran visi yang jelas tentang keadaan di masa depan dapat membantu kita untuk merencanakan dan menyelaraskan upaya-upaya mewujudkannya.Rabu, 15 Juni 2022
Koneksi Antar Materi Modul 1.2 Nilai-nilai dan peran guru pengerak
PENDIDIKAN GURU PENGERAK
ANGKATAN 5

Tri Purwanto
Unit Kerja SDN Kalisari 03
Kelas 5.31. Sri Wasono Widodo
PROVINSI DKI JAKARTA
KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR
TAHUN 2022
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, ini adalah fase terakhir sebelum fase eksekusi atau Aksi Nyata. Fase ini berisi tantangan tugas individu. Sebagai CGP, Bapak/Ibu ditantang untuk melakukan refleksi menggunakan Model 4P yang sudah dipaparkan dalam Eksplorasi Konsep. Pada kesempatan Koneksi Antar Materi ini, Bapak/Ibu diajak untuk menelaah kembali rangkaian pembelajaran mulai dari Modul 1.1 hingga akhir Modul 1.2 ini.
Refleksi Model 4P dapat dibuat dalam bentuk tulisan-naratif/poster/peta-pikiran/powerpoint/video/audio sederhana.
Setelah saya menjalani pembelajaran dari Modul 1.1 hingga Modul 1.2 ini, berikut adalah hal yang menjadi pembelajaran bagi saya (model refleksi 4P):
- Peristiwa: Momen yang paling penting atau menantang atau mencerahkan bagi saya dalam proses pembelajaran Modul 1.1 hingga Modul 1.2 adalah...
Kaitan antara Modul 1.1 dan 1.2 yang saya fahami adalah... - Perasaan: Saat momen itu terjadi saya merasa seperti bagaikan...
- Pembelajaran: Sebelum momen tersebut terjadi saya berpikir bahwa... sekarang saya berpikir bahwa...
- Penerapan ke depan (Rencana): Apa pengembangan diri yang sederhana, konkret dan rutin yang dapat saya lakukan sendiri dari sekarang, untuk membantu menguatkan nilai-nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak?
Terima Kasih Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak atas refleksi yang Anda sudah berikan pada bagian ini. Semoga refleksi yang sudah Anda tulis disini mampu menjadi acuan pengembangan diri Anda terkait nilai dan peran Guru Penggerak.
1. Peristiwa: Momen yang paling penting atau menantang atau mencerahkan bagi saya dalam proses pembelajaran Modul 1.1 hingga Modul 1.2
c. Menjadi coach bagi guru lain
d. Mendorong kolaborasi antar guru
e. Mewujudkan kepemipinan muri
3. Pembelajaran: Sebelum momen tersebut terjadi saya berpikir bahwa motivasi ekternal itu menentukan keberhasilan pembelajaran sekarang saya berpikir kemauan belajar atau motivasi intrinsik siswa paling menentukan proses pembelajaran. hendaknya saya mampu mengubah motivasi intrinsik peserta didik dengan menciptakan kondisi/ momen pembelajaran yang menyenangkan sehingga akan menjadi tertarik terhadap pembelajaran dan menumbuhkan motivasi intrinsik peserta didik.
4. Penerapan ke depan (Rencana): Apa pengembangan diri yang sederhana, konkret dan rutin yang dapat saya lakukan sendiri dari sekarang, untuk membantu menguatkan nilai-nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak?
Rencana saya dalam penerapan nilai dan peran guru penggerak
5. saya akan berusaha mengerakan kmunitas paraktik di binaan 1 Pasar Rebo jakarta Timur dengan peran saya menjadi koordinator kelas 6. saya akan memfasilitasi kawan-kawan dalam berkolaborasi dalam pembuatan soal Penilaian Tengah Semester, Penilaian Akhir Semester atau Penilaian Akhir tahun.
Senin, 13 Juni 2022
ELABORASI KONSEP MODEUL 1.2 NILAI-NILAI DAN PERAN GURU PENGERAK
PENDIDIKAN GURU PENGERAK
ANGKATAN 5

Tri Purwanto
Unit Kerja SDN Kalisari 03
Kelas 5.31. Sri Wasono Widodo
PROVINSI DKI JAKARTA
KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR
TAHUN 2022
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak,
Dalam pembelajaran ini, kita akan mengelaborasi pemahaman kita mengenai Nilai dan Peran Guru Penggerak. Namun sebelum melakukan elaborasi pemahaman bersama instruktur, Anda diminta untuk menuangkan berbagai pertanyaan mengenai materi Nilai dan Peran Guru Penggerak yang masih ingin digali lebih lanjut pada aktivitas ini.
Diharapkan Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak dapat mendorong rasa keingintahuannya dalam bentuk pertanyaan mendalam untuk dibahas bersama Instruktur. Jadi, bukan soal seberapa banyak pertanyaan yang disampaikan, namun seberapa pentingkah pertanyaan tersebut bagi Bapak/Ibu dalam menguatkan pemahaman pada Modul 1.2 ini.- Nilia-nilai guru pengerak berpihak pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif. Dengan keterbatasan prasarana atau fasilitas, strategi apa yang dapat dilakukan guru sebagai guru pengerak disekolah untuk menerapkan nilai-nilai budaya positif dan pembelajaran yang berpihak pada murid?
- Sebagai seorang guru pengerak harus memiliki peran pemimpin pembelajaran, studenty agency, coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi, dan mengerakan komunitas praktisi. Bagaimana jika seorang calon guru penggerak tidak memiliki peran dari salah satu peran yang semestinya dimiliki oleh guru penggerak atau tidak mampu menjalankan salah satu peran sebagai guru penggerak?
- Sebagai seorang guru pengerak harus memiliki peran pemimpin pembelajaran, studenty agency, coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi, dan mengerakan komunitas praktisi. Sedangkan disekolah terdapat guru senior yang enggan terhadap perubahan dengan alasan usia. Mereka menggangap mereka sudah tidak mampu dan sudah tua serta sebentar lagi (2-3 tahun) pensiun. Bagaimana cara merubah pola pikir teman tersebut dan Bagaimana strategi nyata dalam mengajak teman senior untuk berkoborasi memajukan sekolah?
Minggu, 05 Juni 2022
Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak (Mulai dari diri sendiri)
PENDIDIKAN GURU PENGERAK
ANGKATAN 5
Tri Purwanto
Unit Kerja SDN Kalisari 03
Kelas 5.31. Sri Wasono Widodo
Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak
1.2.a.3 Mulai dari diri sendiri
PROVINSI DKI JAKARTA
KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR
TAHUN 2022
saya melakukan refleksi terhadap diri saya :
|
Peristiwa Positif |
|
Saya alami saat duduk di sekolah
dasar saya merasa sangat bangga karena sejak kelas 3 SD saya selalu mendapat
juara kelas hingga kelas 6 SD. Disekolah saya di akhir tahun selalu ada
kegiatan pesta atau perayaan berupa pentas seni dan ada penggumuman juara
kelas percatur wulan saya selalu di panggil dan mendapat juara pertama. Hal tersebut
membuat orang tua saya bangga di desa tempat kami tinggal. Saat SMP saya juga juga pasti
mendapat peringkat 1-3 setiap catur wulan. Itu membuat orang tua saya bangga.
Saya saat kelas 1 SMP di pilih menjadi ketua kelas. Saya kelas 2-3 menjadi
pengurus osis. Saya menjadi siswa yang populer di kelas maupun di kelas lain. Saya sempat bersekolah di
daerah Grobogan, Jawa Tengah dengan tujuan menjadi soerang yang mandiri dan
kelak dapat bertanggung jawab. Saat duduk
di bangku SMA saya juga selalu mendapat peringkat 1-4 setiap semester. |
|
Peristiwa negatif |
|
Saya selalu di bully jika tidak
mau memberikan contekan kepada teman-teman. Setiap ulangan pasti teman-teman
memaksa meinta contekan dan jika tidak dibeikan pasti membuli saat ujian selesai.
Saya pernah di marahi guru saat
kelas IV dengan pak Ade Nurkanda karena saya setiap menjawab pertanyaan saya
terus yang menjawab.saya di marahin agar memberikan kesempatan pada teman
yang lain. Peristiwa itu membuat saya tidak berani menjawab jika tidak
disuruh oleh beliau. |
|
Dampak emosi hingga sekarang |
|
Saya dalam olah pikiran atau
emosi selalu berpikir positif dan optimis. Walaupun saya dari keluarga yang
sederhana. Dalam bersekolah saya selalu berusaha saya bisa, saya mampu dan
saya sukses demi kedua orang tua saya yang berusaha membesarkan saya di tengah
kekurangan ekonomi. Saya merasa menjadi orang yang
egois, pantang menyerah, ulet dan rajin.Saya berusaha menjadi sosok yang belajar
dari kesalahan. Saya merasa kehidupan itu pasti memiliki masalah. Jadi jika
ada momen yang sangat menyakitkan saya selalu berpikir semua masalah pasti
ada sosusinya, masalah ini pasti akan selesai jika jika jalani dan kita
bersabar. Saya mengajarkan kepada peserta
didik saya jangan takut akan masa lalu. Selalu berusaha dalam belajar karena
persaingan dan masa depan kalian pasti lebih berat jadi saipkan diri kalian
menjadi sosok yang setiap dengan perubahan zaman. |
|
Momen yang terjadi di masa
sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di
masa sekarang |
|
Karena setiap pristiwa yang kita
lalui akan terekam dalam otak kita. Terutama kejadian yang memang sangat
terkesan bagi kita. Peristiwa tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap diri
kita dalam bertindak. |
|
Pelajaran hidup apa yang saya
peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran saya
sebagai guru terhadap peserta didik saya? |
|
Sebagai guru saya berusaha mencegah sikap saya, perkataan saya yang dapat
menlukain atau membuat peristiwa negatif pada peserta didik. |
|
Bagaimana saya menuliskan
nilai-nilai yang saya yakini sebagai seorang Guru, dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan
kata-kata: "guru", "murid", "belajar",
"makna", "peran"? |
|
Guru berperan mencegah murid mengalami cidera negatif Guru berusaha menuntun murid melakukan pembelajaran yang bermakna |
Tugas 2
1.
Apa nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya
menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?
Nilai-nilai dalam diri yang membantu saya menggerakkan murid, yaitu saya
merupakan seorang yang apa adanya,jujur, bersemangat, bahagia, serta kemampuan
komunikasi yang baik. Saya juga seseorang yang mengikuti perkembangan kemajuan
teknologi. Saya memiliki sifat kreatif dan inovatif menjadi pendukung utama
pula bagi saya mengembangkan diri dan siap untuk menggerakkan murid, rekan
guru, dan komunitas sekolah.
2.
Apa peran yang selama ini saya mainkan dalam
menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?
Peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid saya selalu
berusaha menjadi sosok teladan bagi siswa saya walaupun saya elum menjadi sosok
yang baik. Saya selalu mengajarkan kepad anak-anak untuk baik dalam berucap
karena ucapan merupakan cermintan jiwa kita, jika kita berucap yang baik insyallah
akan menjadi doa kita. Saya selalu berusaha agar siswa saya dapat menyelesaikan
kompetensi yang ada dengan baik. Saya berusaha menjadi guruyang disukai murid karena saya memberikan perhatian
dan memfokuskan semua kepada peserta didik.
Peran saya di sekolah tentu saja saya memposisikan diri sesuai dengan
situasi yang diperlukan. Saya berusaha menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepala sekolah.
Sayamembantu bebrapa teman jika memang saya mampu membantu teman-teman.
Peran dalam komunitas KKG saya menjadi pengurus KKG di binaan 1 Kecamatan
Pasar Rebo. Saya juga berperan maenjadi kordinator guru kelas 6 dalam pengurus Binaan.
Kamis, 26 Mei 2022
KESIMPUALAN DAN REFLESI DIRI SAYA TERHADAP PEMIKIRAN KHD
Kali ini saya akan membuat kesimpulan dan refleksi diri dari apa yang sudah saya pelajari di LMS Calon guru pengerak angkatan 5.
PENDIDIKAN GURU PENGERAK
ANGKATAN 5

Tri Purwanto
Unit Kerja SDN Kalisari 03
Kelas 5.31. Sri Wasono Widodo
PROVINSI DKI JAKARTA
KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR
TAHUN 2022
1.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi
Modul 1.1
|
KESIMPULAN |
|
|
Ø Bapak Ki Hajar Dewantara meletakkan beberapa konsepsi sebagai Dasar Pendidikan Nasional. Pemikiran-pemikiran beliau menjadi acuan para seniman pendidikan (guru, pemangku kebijakan, orang tua, dan pejuang pendidikan) untuk menyelenggarakan pendidikan yang mencerminkan “Merdeka Belajar”. Dasar-dasar pendidikan inilah yang harus dijadikan pedoman dalam pendidikan untuk memanusiakan manusia sesuai dengan kodratnya. Menurut saya pendidikan harus memberikan kebebasan guru untuk melakukan ide kreatif atau melakukan pembelajaran dengan mengembangkan kearifan lokal yang berada di sekitar peserta didik. Ø
Pendidikan kolonial belanda hanya belajar
membaca, menulis dan berhitung bagi hanya sebgaian kecil orang yang mendukung
usaha dagang Hindia Belanda. 1920 lahirlah cita-cita baru dalam pendidikan
dan pengajaran dan tahun 1922 lahir taman siswa di jogjakarta sebagai gerbang
emas perubahan, dan gerbang rakyat untuk bebas dan merdeka. Mnurut saya pendidikan sekarang sudah dapat melakukan pendidikan yang merata dan gratis namun ada bebrapa daerah tertinggal yang belum dapat pendidikan yang memadai.Saya berharap kita dapat belajar pada pendidikan kolonial yang hanya belajar baca, tulis dan hitung seadanya. saya sebagai guru akan berusaha mengembangkan peserta didik agar memiliki keterampilan abad 21. Ø
Kerangka pemikiran KHD dasar-dadar pendidikan, pendidikan adalah
tuntatan dalam hidup. Teori montesori mengartikan belajar melalui panca
indra, Teori Frobel belajar lewat indra dan permainan dan pendirian taman
siswa oleh KHD. Saya sudah menerapkan pendekatan Frobel pada kegiatan pembelajaran sehar-hari. saya seminggu sekali minimal melakukan permainan di luar kelas atau di dalam kelas. Ø Pendidikan dan pengajaran. pendidikan(Opvoeding) memberi tuntunan (menuntun) terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Jadi menurut KHD (2009), “Pendidikan dan Pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”. Saya sebagai pendidik dan pengajar selalu berusaha menjadi fasilitator dalam pemebelajaran. berusaha menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan dan bermakna. Ø
Pendidikan merupakan sebagai tempat persemaian
benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. Pendidikan harus disesuaikan
dengan karakteristik peserta didik. Menanam padi harus di tanam dan di rapat
sesuai padi. Petani tidak dapat memaksa agar mangga tumbuh menjadi jagung ataupun tanaman sayuran
sawi tumbuh menjadi pepaya. Begitupun dengan Guru / pendidik. Pendidik hanya
bisa menuntun dan merawat tumbuh kembangnya anak sesuai dengan kodratnya. Ø
Dasar Pendidikan yang Menuntun, KHD menjelaskan bahwa
tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar
mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya
baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Menurut saya pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang
ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki tingkah laku atau karakter. Saya berusaha memberikan pembelajaran yang membentuk karakter dan membentuk siswa yang beradab dan berilmu pengetahuan. Ø Kodrat Alam dan Kodrat Zaman KHD menjelaskan bahwa dasar Pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan demengaitkan konten pembelajaran pada lingkungan di Jakarta Timur tepatnya di daerah Pasar Rebo agar peserta didik atau daerah dan lingkungan sekitarnya. dan peserta didik dapat mengikuti perkembangan zaman yaitu mampu memiliki keterampilan abad 21. Ø
Budi Pekerti, Menurut KHD, budi
pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran,
perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti
juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa
(afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor). Budi
Pekerti merupakan keselarasan (keseimbangan) hidup antara cipta, rasa, karsa
dan karya. Keselarasan hidup anak dilatih melalui pemahaman kesadaran diri
yang baik tentang kekuatan dirinya kemudian dilatih mengelola diri agar mampu
memiliki kesadaran sosial bahwa ia tidak hidup sendiri dalam relasi sosialnya
sehingga ketika membuat sebuah keputusan yang bertanggungjawab dalam
kemerdekaan dirinya dan kemerdekaan orang lain. Budi Pekerti melatih anak
untuk memiliki kesadaran diri yang utuh untuk menjadi dirinya (kemerdekaan
diri) dan kemerdekaan orang lain. |
|
|
Refleksi terhadap pemikiran KHD |
|
|
1.
Apa yang
Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda
mempelajari modul 1.1? |
Saya berpikir bahwa tugas guru mentranfer
ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada anak atau pesrta didik. Saya
beranggapan peserta didik merupakan gelas kosong yang dapat kita isi dengan berbagai macam ilmu
pengethuan dan keterampilan. Saya beranggapan gelas tersebut menjadi yang
sesuai kita harapkan. Saya dalam pembelajaran lebih mengutamakan ketuntasan kurikulum sesuai dengan kompetensi yang ada dikurikulum dan cenderung melaksanakan
pembelajaran sesuai apa yang tertulis dalam kurikulum dan harus menyelesaikan
dalam satu semester sesuai dengan target kurikulum. Dalam pembelajaran di
kelas saya terfokus menyelesaikan target
kurikulum. Saya beranggapan jika siswa telah mencapai
ketuntasan minimal suatu kompetensi belajar siswa sudah sukses atau berhasil
dalam menyelesaikan kurikulum. Dalam penilaian pembelajaran lebih berfokus pada
penilaian kognitif atau pengetahuan. |
|
2. Apa yang berubah dari pemikiran
atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini? |
Saya setelah mempelajari filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara.
Saya menyadari kekeliruan bahwa selama ini memadang anak gelas kosong atau
kertas kosong berubah. Setiap anak memiliki kodrat alam sehingga setiap anak
itu unik dan memiliki karakteristik yang berbeda. Peserta didik memiliki
bakat sendiri-sendiri sebagai objek dalam pembelajaran di kelas. Pserta didik sebagai Subjek pembelajaran Merekalah pemegang
kendali pembelajaran.
Pendidik harus
memfasilitasi belajar peserta didik agar mereka adapat menjadi manusia yang
seutuhnya. Dalam pembelajaran yang penting bukan keteuntasan
belajar namun bagaimana anak dapat mengembangkan minatnya sesuai dengan
kodrat alam dan kodrat zaman. Dalam pembelajaran kita dapat menciptakan
pembelajaran yang menuntunt peserta didik menjadi manusia yang berbudaya. |
|
3.
Apa yang
dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran
KHD? |
Saya berpikir bahwa tugas guru mentrasnfer
ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada
peserta didik. Saya merubak sudut pandang saya. Bahwa setiap anak
memiliki bakat dan minatnya tersendiri maka dalam pembelajaran saya akan
melakaukan pembelajaran berdiferensiasi. Saya
akan mengimplementasikan merdeka belajar yang
menghasilkan profil “Pelajar Pancasila” sudah seharusnya kita melakukan
perubahan-perubahan hebat di kelas kita untuk memberikan tuntunan terbaik
kepada peserta didik. Peserta didik diberi kebebasan untuk bereksplorasi,
berinovasi dan mengembangkan potensi sesuai dengan kodratnya masing-masing.
Tugas kita memberikan tuntunan, Saya dalam pembelajaran lebih mengutamakan ketuntasan kurikulum sesuai dengan kompetensi yang ada dikurikulum dan cenderung melaksanakan
pembelajaran sesuai apa yang tertulis dalam kurikulum. Saya akan menerapkan pembelajaran di kelas saya tidak berfokus pada
kurikulum menurut saya sekarang kurikulum merupakan alat untuk mencapai
tujuan pendidikan membentuk peerta didik yang beradab. Saya beranggapan jika siswa telah mencapai
ketuntasan minimal suatu kompetensi belajar siswa sudah sukses atau berhasil
dalam menyelesaikan kurikulum. Keberhasilan peserta didik bukannya angka atau
KKm saya akan mengedepankan sikap peserta didik dari pada kemampuan kognitif
atau KKM. Saya
selaku guru akan guru menjadi teladan, pemberi semangat serta
memberi dorongan dalam menanamkan nilai karakter kedisiplinan dan
kerjasama, tolong menolong dalam setiap kegiatan yang ada disekolah. Mendorong
dan memotivasi peserta didik untuk saling berbagi solidaritas jika ada salah
satu warga sekolah yang mengalami kekurangan misalnya alami musibah, orang
tua meninggal, membiasakan anak mencintai lingkungan kelas/ sekolah. |

